Search
  • Foodizz CorCom Team

KENAPA HARUS CLOUD KITCHEN?


Masa pandemi mengubah semua kebiasaan setiap individu, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan ‘mengisi perut’. Saat ini setiap orang sangat peduli dengan kebersihan dan kualitas dari apa yang akan dimakan, sehingga berpengaruh pada kebiasaan dalam membeli makanan. Pembatasan kegiatan saat ini juga menjadi salah satu faktor saat pandemi seperti ini, semua hal dilakukan secara online termasuk dalam membeli makanan. Dalam perkembangan bisnis kuliner saat ini, semua hal di adaptasi untuk menyempurnakan sistem operasional dalam situasi pandemi seperti saat ini. Kemudian muncul istilah Cloud Kitchen yang berfokus dalam bisnis kuliner yang dipasarkan secara online atau delivery only. Lalu bagaimana proses yang perlu dilewati dalam berbisnis kuliner disaat masa pandemi seperti ini? dan apakah perlu mencari partner untuk memulainya?


Dalam mendukung foodpreneurs yang sedang mengalami kesulitan dalam menentukan bisnis kuliner seperti apa yang akan dijalankan Danis Puntoadi – Co-Founder of Foodizz bersama narasumber lainnya berbagi ilmu serta pengalaman dalam merintis dan pengembangkan bisnis kuliner dalam Rotaryana Webinar #innovativeCloudChef. Acara Webinar kali ini dihadiri oleh Danis Pundoadi – Co-Founder Foodizz, Rajendra Thalib – Co-Founder & President Director AMUZ Gourment Group, Andri Susanti – Chef Owner of Oma Elly, Chef Degan, dan Firmansyah Mastup – Co-Founder & COO Madd Grass, Co-Founder Jakarta Vegan Guide yang di pandu oleh Fahmi Widiarte yang merupakan Business Development Manager Rotaryana.




Kemudian hasil sharing dari kegiatan Webinar ini menjawab keresahan mereka yang baru akan memulai bisnis kuliner di masa pandemi ini. Dalam berbisnis kuliner yang berfokus pada home delivery atau secara online memang sangat menguntungkan dalam segi property atau bisa dikatakan hanya berfokus dalam membangun dapur yang menyesuaikan dengan makanan yang akan disajikan termasuk kebersihan didalamnya. Home delivery sendiri saat ini sudah menjadi keseharian masyarakat luas pada saat pandemi ini. Sehingga trend Cloud Kitchen dalam berbisnis kuliner merukan sesuatu hal yang perlu dipertahankan jangka panjang. Hal tersebut juga didukung Danis Puntoadi bahwa dalam menjalankan bisnis Cloud Kitchen itu perlu adanya konsistensi terkait kualitas produk dan brand relevan dengan market yang dituju. Menurut salah satu narasumber yaitu Firmansyah Mastup “walaupun terkesan gampang, online food lebih challenging karena kita hanya bisa mengandalkan dari segi rasa serta strategi dalam melakukan branding yang menarik”.


Firmansyah Mastup juga menyebutkan dalam memulai bisnis Cloud Kitchen ini perlu mencari partner untuk melengkapi kelemahan satu sama lain. Kemudian Danis Puntoadi pun setuju, dan berbagi ilmu mengenai partner melalui investasi. Namun sebelum itu, Danis Puntoadi juga menyebutkan beberapa fase yang perlu dilewati untuk memvalidasi bisnis yang akan kita investasi mengenai value bisnis kedepannya. Terlebih kita juga perlu memperhitungkan maksimum nilai kerugian (jika rugi) dalam berbisnis, dan terpenting identifikasi value yang powerfull apa yang bisa disampaikan ke customer dan market butuhkan.


Foodpreneurs jangan takut untuk memulai bisnis kuliner, persiapkan mental , ilmu, dan investment untuk memulai bisnis agar semuanya lancar. “Jangan takut berbuat kesalahan, selama kesalahan tersebut tidak terulang kembali” tutup Fahmi dalam Webinar kali ini


Press release bisa di download disini:


[Press Release] KENAPA HARUS CLOUD KITCHEN
.pdf
Download PDF • 452KB

7 views0 comments